Go Buy Gold, dan Ada Baiknya Mulai Beli Sekarang (DYOR)

Sebenarnya pesannya adalah diversifikasi aset. Beberapa kelas aset lain sangat mungkin memiliki return yang lebih besar dibandingkan emas, tetapi emas memiliki kelebihan dari sisi kemudahan untuk medapatkannya dan rendahnya resiko dari sisi investasi.

Saham saat ini bisa diakses dengan mudah dan mulai dari biaya murah tetapi perlu ilmu pengetahuan lebih untuk bisa memanfaatkan potensi oprimalnya dan memiliki resiko sangat besar tanpa pengetahuan yang memadai.

Obligasi dan reksadana juga bagus, bisa dibilang versi lebih low risk low return dibandingkan dengan saham, kamu tetap harus mengetahui a thing or two tentang 2 hal tersebut.

Deposito bisa sedikit melawan inflasi tapi menurut saya masih tidak worth it karena returnya yang sangat kecil apabila dibandingkan dengan inflasi dan kenaikan biaya hidup secara general. Tetapi deposto secara strategis merupakan pilihan tepat untuk menyimpan uang kamu dibandingkan tabungan konvensional biasa atau menyimpan secara langsung seperti di celengan.

Real Estate merupakan investasi yang sangat baik tetapi memerlukan modal yang relatif besar di depan untuk mendapatkannya.

Jadi di artikel kali ini saya akan membahas singkat mengenai emas dan saya mungkin akan membahas mengenai instrumen lainnya pada artikel lain di masa depan.

Why Gold?

Emas (dan juga perak) merupakan alat tukar yang teruji secara global selama ribuan tahun sepanjang sejarah. Manusia telah bereksperimen dengan berbagai alat tukar selama ribuan tahun dan emas dan perak merupakan satu-satunya instrumen yang masih bertahan hingga saat ini, membuktikan sifatnya yang sangat cocok sebagai alat tukar, diantaranya adalah kelangkaannya, ketahanannya, tingkat penerimaan yang tinggi (karena keindahannya), dan sifatnya yang tidak bisa dipalsukan (emas palsu akan selalu bisa ketahuan).

Sifat global dari emas bisa dibilang membuat emas merupakan satu-satunya komoditas yang berlaku secara global,  kamu tidak akan bisa menggunakan bahkan dollar atau mata uang lainnya secara langsung di negara yang tidak mengakui mata uang tersebut, tetapi emas dimanapun akan dihargai sama (paling beda-beda dikit tergantung lokasi). Ini saja sudah melindungi hartamu dari inflasi ekstrem apabila negaramu mengalaminya. Seanjlok apapun nilai mata uang kamu jika dibandingkan dengan mata uang negara lain atau dengan komoditas lainnya, nilai emas tidak akan turun karena terikat dengan seberapa emas dihargai di seluruh negara lain di dunia. Untuk contoh dari kasus ini bisa dibilang masih sangat recent dalam ingatan generasi diatas generasi saya, saat krisis moneter 1998, banyak orang yang memiliki simpanan dalam bentuk uang fiat mengalami penurunan nilai besar-besaran, sedangkan orang yang memiliki tabungan emas bisa dibilang “panen” karena nilai emas yang melambung sangat tinggi membuat tabungan mereka jadi bisa membeli hal-hal lain seperti rumah, tanah, kendaraan dan lain sebagainya.

Walaupun tidak dalam keadaan krisis, emas melindungi kekayaanmu dari inflasi. Mungkin tidak perlu dijelaskan lagi, sederhananya inflasi menyebabkan harga gorengan yang dulunya Rp1.000 dapat 3 sekarang mungkin 1.000 hanya dapat satu, malah mungkin banyak yang menjual dengan harga rupiah yang lebih tinggi lagi, itu contoh sederhana efek dari inflasi, tidak ada uang fiat yang aman dari inflasi. Emas aman terhadap inflasi dan justru sangat mungkin akan bertambah nilainya dalam rate yang lebih tinggi dari the real inflation number.

Kenapa hal itu bisa terjadi?

Pada dasarnya sebagian besar transaksi manusia terikat pada emas, bahkan uang kertas dulunya diciptakan sebagai bukti kepemilikan kita terhadap emas di lembaga penyimpanan. Sistem ini berlangsung hingga selesai perang dunia kedua dimana Amerika sebagai pemenang perang dan de facto penguasa perekonomian terbesar di dunia membawa dunia pada sistem Bretton Woods dimana seluruh mata uang di dunia akan mengikat nilainya pada US Dollar dan US Dollar akan mengikatkan nilainya pada emas, Amerika harus memiliki cadangan emas yang bisa membackup jumlah uang yang dicetaknya.

Sistem ini pupus pada tahun 1971, aksi belanja Amerika yang ugal-ugalan membuat berbagai negara yang mengikatkan mata uangnya pada Dollar menjadi cemas bahwa sebenranya Amerika tidak memiliki emas yang cukup untuk mambackupnya sehingga berbagai negara mulai menunjukkan gelagat untuk menukarkan Dollar yang mereka pegang dengan emas (terbukti emas selalu lebih dipercaya dibandingkan mata uang fiat). Kejadian tersebut membuat Presiden Nixon mengeluarkan kebijakan penghentian “sementara” penukaran Dollar dengan emas, penghentian tersebut masih berlangsung hingga hari ini, sehingga mata uang yang ada sekarang tidak di topang oleh aset nyata.

Tidak ada batasan nyata dari pencetakan uang kertas, apalagi era digital yang hanya angka-angka pada layar selain ketakutan akan hiperinflasi yang bisa merontokkan tatanan yang ada. Uang fiat bisa “diciptakan” dengan murah kapanpun sedangkan emas butuh proses luarbiasa sulit dan jumlahnya tentunya semakin lama akan semakin sedikit, itu yang menyebabkan emas kebal terhadap inflasi. 1 kg emas dulu bisa membeli rumah bagus layak huni, sekarang bisa, di masa yang akan datang juga bisa. Bayangkan pada tahun 2000 harga emas berkisar di Rp71.000 per gram, sekarang sudah bercokol di Rp900.000 lebih per gram, cukup menggiurkan untuk investasi low risk kan?

Kenapa baik membeli sekarang?

Beli sekarang, walaupun harga emas sedang sideways. Berbagai negara di dunia banyak mencetak uang dan menambah hutang secara drastis disebabkan oleh pandemi Covid-19. Uang tersebut kebanyakan masih belum langsung beredar di pasaran karena orang banyak yang menahan spending, baik karena banyak industri yang masih tutup, dan juga karena orang masih menahan belanja berjaga-jaga untuk hal-hal tidak terduga.

Jika aktifitas ekonomi sudah mulai normal dan orang mulai membelanjakan “uang diam” tersebut, akan ada kemungkinan akan terjadi kenaikan inflasi lebih tinggi dari biasanya yang bersifat sementara sebelum akan kembali kepada angka wajar karena meningkatnya uang di perekonomian tentu tidak mudah untuk diimbangi dengan peningkatan produk yang bisa dikonsumsi. Prediksi ekonom tersebut bisa saja salah, tetapi buat saya, better safe than sorry, sisihkan untuk buy gold (But still, do your own research).

Mau bahas instrumen investasi lain?

-TBE-

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

WRITTEN BY

MUHAMMAD SABRI

Be sure to follow my Instagram @itsmsabri and my Linkedin

Dapatkan notifikasi melalui e-mail setiap terbitnya artikel baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Newsletter

Dapatkan notifikasi melalui e-mail setiap terbitnya artikel baru.

You have Successfully Subscribed!